BAB 2 TEKNOLOGI ROUTING
A. Prinsip Kerja Routing
setiap komputer yang terhubung dengan jaringan pasti juga memiliki tabel routing sendiri.fungsinya,menentukan bahawa paket data yang dikirim atayu diterima termasuk data dari jaringan lainnya.oleh karena itu,anda pasti sering di minta melakukan konfigurasi pengalamatan ip address untuk gateway. Tujuan ip gateaway defaultnya untuk melakukan pengecehkan daftar routing yang tersimpan dalam komputer ( contoh kom[puter berbaris windows) anada dapat mengetikan perintah c: > route print pada command prompt.
B. Analogi Routing Berikut
akan dijelaskan step by step proses terjadinya routing dalam sebuah
jaringan.contoh kasus yang di ulas terkait pengiriman data dari komputer satu
ke komputer lain dalam jaringan lokal.dalam contoh dengan IP Address
10.10.10.1/24 akan mengirim file melalui share direktor ke komputer B dengan IP
Address.
setiap komputer yang terhubung dengan jaringan pasti juga memiliki tabel routing sendiri.fungsinya,menentukan bahawa paket data yang dikirim atayu diterima termasuk data dari jaringan lainnya.oleh karena itu,anda pasti sering di minta melakukan konfigurasi pengalamatan ip address untuk gateway. Tujuan ip gateaway defaultnya untuk melakukan pengecehkan daftar routing yang tersimpan dalam komputer ( contoh kom[puter berbaris windows) anada dapat mengetikan perintah c: > route print pada command prompt.
Gambar
2.1 route print
Jika adanya penyataan bahwa tabel routing itu hanya
di miliki oleh perangakat router , berarti peryataan tersebut tidak benar . hal
tersebut di karenakan semua proses routing berawal dari host terlebih dahulu.fungsi
dari tabel routing dari tabel routing
pada host adalah menyediahkan informasi tentang cara menangi dan dilewatkan
paket yang dikirimkan dari wosktataion
Daftar routing
Ipv4
Rote table
Active
Routes :
Netqwork
destination
netmask gateway
interface matric
0.0.0.0 192.168.1.1.2 25
|
Berikut penjelesan dari setiap kolom pada tabel 2.1
1.
Ipv4 route table,mmerupakan subjudul
informasi tabel rounting untuk pengalamatan ip address versi 4.
2.
Active routes memberikan informasi
tentang daftar ronting yang di aktif dalam host.
3.
Judul kolom network destination ( alamat
jaringan tujuan )netmask ( sub network ) gateway (alamat router ),interface (
alamat interface yang akan dilewati paket data ).
4.
Kolom network ( subnertwork destination
( alamat jarinagn tujuan) memeiliki nilai 0.0.0.0 adalah wildcard yang
merepsikan
5.
Kolom netmask ( subnetwork ) bernilai
0.0.0.0 artinya semua paket data yang dikirimkan tidak terbatas pada subnet
6.
Kolom gateaway ( alamat router ) dengan
ip address 192.168.1.1 berarti setiap kemungkinan paket data dengan tujuan yang
tidak terdaftar dan tidak brada dalam jangkuan
7.
Kolom interface ( alamat interface yang
akan dilewatkan paket data)
8.
Kolom metric, suatu nilai yang digunakan
sebagai acuan bagi tabel routing untuk menentukan arah paket data yang akan di
rounting
Tabel 2.2 daftar
routing dengan jaringan dalam computer
Penjelasan:
1.
Baris kesatu(1)sudah dijelaskan
sebelumnya
2.
Baris kedua(2) dan ketiga(3)memberikan
informasi tentang alamat loopback sebagai tujuan pengujian.RFC atau reguest
forcoment dengan network yang berasal dari 127.0.0.0 akan for comment dengan
network adalah reply
3.
Baris keempat (4)menunjukan alamat
broadcast RFC yang akan di tangani oleh interface pada ip address pada ip
127.0.0.1
4.
Baris kelima(5)merupakan tujuan
pengiriman paket data yang memiliki
network ID192.168.1.2
5.
Baris keenam (6)menyatakan bahwa
pengiriman paket data dengan tujuan 192.168.1,2
memerlukan gateway karena dilewatkan melalui interface 192.168.1.2
6.
Baris ketujuh(7) memberikaan
informasi alokasi alamat broadcat jaringan local yang tidak memerlukan
gatewaty dan dilewatkan melalaui interface 192.168.1.2 dengan informasi tabel
routing
7.
Baris
kedelapan (8) dan Sembilan(9) menyatakan informasi tentang
multicast.jarinagan ini ciri khusus
8.
Baris berkumpulan(10) dan
sebelas(11)merupakan penentuan alamat host yang terdaftar .jika subnet mask
0.0.0.0 sistem akan broadcast.
1. User
komputer A ( 10.10.10.1) akan meletakan file pada share directory komputer B
(10.101.10.2)
2. Pada
komputer A aplikasi windows Explorer yang di gunakan oleh user akan memanggil
function sistem operasi untuk memmulai sesi komunikasi (layer 5 OSI)
3. Protokol
tcp betugas memastikan bahwa data yanh dihasilkan oleh SMB akan di kirim ke
alamat tujuan secara utuh. TCP akan menghasilkan protocol number , sign off on
packet oleh karena itu , di butuhkan Proses mekanisme Protokol IP yang berada
pada layer 3 OSI.
4. Paket
data tersebut akan ditambahkan informasi pengalamatan host pengiriman dan
alamat tujuan oleh protocol IP.informasi alamat pengriman ditambahkan pada
header paket. Adapun cara mencari alamat tujuan adalah berdasarkan NetBIOS name
.paket broadcast dikirim untuk meminta komputer dengan nama COMPUTER_B agar
segera merespons.paket data yang di – broadcast
5. Setelah IP address sender dan desttination ditambahkan dalam header paket data, proses selanjutnya adalah memeriksa bahwa alamat tersebut masih dalam network ID dan broadcast ID yang sama atau tidak.
6. Oleh
karena itu Proses komunikasi tidak di lanjutkan sampai pendekatan MAC address
adalah protokol untuk data link.
7. Pada
contoh kasus komunikasi berdasarkan MAC address,Proses transmisi data
menggunakan Ptokol data link melalui interface jaringan seperti Ethernet.
8. Setelah
keenam tahapan yang di jelaskan sebelumnya terpenuhi proses transmisi data
dengan share direktor berhasil di jalankan. Proses pelacakan aliaran data dari pengirim
dapat anda pantau dengan menggunakan perintah tracet pada dengan menggunakan
perintah trcet pada command prompt atau
traceraute pada shell Linux.
Perhatikan gambar berikut.
Gambar
2.2 perintah tracet google,com
Hop yang akan datang kali dilewati dalam
proses transmisi data adalah perangkat router dengan ip address 192.168.1.1
kemudian sampai hob 11 pada ip address 74.125.251.205 kemudian samapai pada
host atau 216.239.38.20
Gambar 2.3 skema satu router untuk dua
jaringan berbeda
Dalam
contoh ini,seorang user di pco akan mengambil fle di PC2.PCO memiliki IP
address 172.16.0.1/25 sedangkan PC2 memiliki IP address 192.168.11.1/26. Proses
pengiriman data melalui router:
1. Penggunaan PCO ( 172.1601) telah
mempunyai fungsi drive mapped ke PC2 (192.168.111.1) oleh karena penerimaan
dalam contoh kasus ini user PC 0 akan
datang mengunakan Windows Explorer ke folder komputer B.
2. Dari proses pembandingan antara kedua IP
Address baik dalam pengiriman dan alamat pnerimaan memiliki network ID dan
brocasdt ID yang berada pada dua jaringan .
3. Berbekal informasi dalam tabel routing
pada PCO tujan berikutnya yang harus dilewati oleh paket tersebutadalah
perangkat router dengan tujuan akan dicariakan rute terbaik router dengan
catatan bahwa router tersebut berada dalam jaringan yang sama dengan ip address
172.16.0.1 126/25).ip addres router ini menjadi jalan pertama atau hop.
4. Jika ternyata tidak ada jalur ke
jaringan tujuan dalam tabel route dari PCO ),secara otomatis data akan
diteruskan.
5. Protokol ARP dalam layer 3 akan
digunakan memperoleh informasi MAC addres PC2 (192.168.11.1).
6. Disnilah peran router setelah menrima
paket data dari PCO router harus
memutuskan kemanakah paket tersebut akan dilewatkan . tahap pertama router akan
melakukan verfikasi aturan firewall.
7. Jika paket diterima ,router akan
mememriksa informasi tabel routernya
tentang jalur ke jaringan tujuan yang terhubung langsung ke
interface lain dalam router yang sama.
C. Route Table
Route Table atau tabel routing adalah tabel dalam
perangkat yang menyimpan informasi
mengenai jalur routing dalam jaringan.
informasi ini sangat penting ketika anda akan mengirimkan data dari satu
jaringan yang
lainnya. Dalam informasi di atas,terdapat dua kelompok baris
berbeda,yang pertama tentang
informasi kode,seperti kode C menunjukan bahwa
jaringan sedang terkoneksi berikut:
Penjelasan
:
Dalam informasi di atas terdapat dua kelompok baris
berbeda,yang pertama tentang informasi
kode yang pertama tentang informasi kode
,seperti kode c menunjukan bahwa jaringan
sedang terkoneksi 5 adalah rounting
statis,1 adalah routing.
Tabel tampilan elemen routing table
Code
|
Network
|
Ad/metric
|
Nexthop
|
Interface
|
R
|
172.16.0.0
|
(120/1)
|
192.168.2.1
|
Serial0/0/1
|
R
|
172.16.1.0
|
(120/1)
|
192.168.1.2
|
serial
l0/0/1
|
C
|
172.16.2.0
|
Directy
connected
|
Fastethener0/0
|
|
C
|
192.168.1.0/24
|
Directy
connected
|
Serial
10/0/1
|
|
C
|
192.168.2.0/24
|
Directy
connected
|
Serial
10/0/1
|
1. Code,memberikan
tentang proses yang terjadi dalam routingtersebut
2. Network
, menunjukan alamat jaringan tujuan beserta subnet masknya
3. AD/metric
merupakan nilain priotitas yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan terbaik
4. NEXT
hop,merupakan alamat IP address router berikut yang tersambung dengan interface
5. Interface
adalah anatarmuka yang akan dilewati tiga informasi
Secara prinsip dalam routing table memiliki 3 informasi penting, yaitu sbb.
1. Directy conneted networks
Directy
connecty networks artinya bahwa setiap jaringan yang terhubung langsung ke
antarmuka router lainnya secara otomatis akan dicatat dan ditambahkan.
2. Network paths statically (manually) entered into the route table
Pada
teknik ,semua kemungkinan jalur routing yang harus dilewati oleh paket data
dari satu
router lainnya didaftarkan
terlebih dahulu dalam routing statis. Metode ini adalah tabel harus
dikonfigurasi.
3. Through one or more dynamic routing protocols
Selain
routing statis terdapat metode dynamic routing yang memeliki keunggulan dalam
feleksiblitas tanpa haru mendaftarkan satu per satu router yang saling terhubung dalam
jaringan.
A. Routing
metriks
Istilah ini sebenarnya telah dijelaskan pada bagian
sebelumnya ketika rounting itu sebenrnya
bermula dari pencarian di computer
klien atau host
B. administrarive distance
Metode administrative distance sebenrnya memiliki
kemiripan dengan konsep metric tetapi
scope function nya lebih luas pada
jaringan besar menjadi berperan penting untuk
menyediahkan jalur routing semakinbaik pula jalur route
tersebut berikut adaalah nilaai
default dijadikan pedoman.
D. Jenis
Routing
Sebelum
anda membahas masalah jenis routing, ada beberapa item penting yang harus
diketahui:
1. Default
routes
Default routes merupakan jalur default yang secara
khusus di sediahkan perangakat dalam
perangkat komputer, khususnya sebagai jalur sambungan setiap paket anda dapat mengatur
setiap nilai default router dengan IP tertentu
Gambar 2.4 contoh penggunaan
default routers dengan cisco
2.
Multiple gateway
Multiple gateway dapat dianalogikan sebagai sebuah
interface kartu jaringan dalam sebuah
interface kartu jaringan dalam sebuah
perangkat routers yang dimilki dua buah alamat
gateway.
Gambar 2.5 penerapan multiple
gateway
3. Load
balancer
Cisco balacasing merupakan fungsi standar perangkat
router cisco dan sebenarnya juga
dimiliki oleh perangkatnya juga dimiliki oleh
perangkat router lainnya sepwerti mikrotik dan
lainnya.
a. Pembagian
beban jaringan lebih merata
b. Pengaturan
akses jalur jaringan dapat di tentukan
c. Menimalakan
serangan Dos
4. Bridge
Adalah fitur interface yang
secara virtual mewakili atau mempresentasi satu atau lebih
perangkat yang
terhubung dengannya agar dapat terkoneksi dengan jaringan lainnya
Gambar
2.6 konsep bridge dalam jaringan
1. Prot
forwarding
istilah port forwading sebenarnya secara etimologi bahasa mudah di pahami,
yaitu
penggabungan antara dua kata port
dan forwarding.adapun forwarding adalah
meneruskan
atau mengalihkan. jadi port fowarding adalah fitur yang memungkinkan router melakukan
pengalihan layanan pada nomor service port tertentu.
a. Distance Vector
jenis ini menganut model routing yang berdasarkan arah serta jarak yang akan ditempuh paket
data
b. Link state
Tipe ini cenderung mandiri karena proses routing yang terjadi didalamnya berdasarkan
topologi database khusus
E. Penerapan Teknologi Routing pada Cisco
Mungkin saat ini cisco adalah
rajanya peangakat jaringan yang sudah terjamin kualitas dan
keadaan teknologinya serta kekuatan hadwernya terbukti
beberapa pengalaman menunjukan
perangkat cisco tidak memerlukan restart atau
shutdhown.dalam jangka waktu lama,bisa
bertahun-tahun tanpa mengalami kendala.
Teknologi routing
kala itu cukup baru dan sangat populer sehingga perangkat komputer yang
diberi
label logo cisco tersebut cukup terkenal
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perangkat
keluaran cico
A. Direct port
F. Pengalamatan IP Versi 4
1.
Routing
2.
Switching
3.
Portforwarding
4.
Security
5.
Dan pengaturan lainnya
Sesuai dengan namanya,port jenis in
I digunakan untuk mengakses secara langsung perangakat router dengan
menggunakan coonsele.biasanya console.biasnya digunakan untuk mengakses dan
mengofirasikan
B. undirect port
Port ini digunakan untuk remote
router cisco dari jarak jauh menggunakan akses modem,berikut adalah beberapa
perintah dasar dalam router cisco sebenarnya memeliki kesamaan dan kemiripan
dengan perintah dalam switc
Latihan praktik
Iku
petunjuk berikut untuk merancang jaringan dengan dua buah router menggunakan
default routers
Langkah-langkah adalah
sebagai berikut :
1.
Pastikan komputer anda telah ter-install
aplikasi packet tracer minimal versi 7-1 atau versi di atasnya (saat ini sudah
ada versi 7.2)
2.
sJalankan aplikasi packet tracer
tersebut kemudian desain jaringan seperti gambar berikut
3.
Setelah semua komponen jaringan
terhubung secara fisik seperti gambar tersebut selanjutnya adalah mengofigurasi
ip address adalah setiap pc
4.
Berikutnya adalah mengonfigurasi R-1
Langkak ke
|
command
|
keterangan
|
1
|
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one
Per line.end witch CNTL/ Z.
Router ( config)#
|
Login ke router setelah itu masuk ke user Privileged
mode.lalu,masuk ke global configuration mode untuk melakukan konfigurasi
router
|
2
|
Router (config )# hostname R-1
R-1 (config)#
|
Mengubah hostname router menjadi R-1
|
3
|
R-1 (config)# interface gig0/0
R-1(config-if)#ip address
10.101.10254 255.255.255.0
R-1(config-if)no shutdown
R-1(config-if)#exit
R-1(config)#
|
Melakukan konfigurasi Ip addres dan status interface
gigabitetherner0/0
|
4
|
R-1 (config)# interface serial 0/0/0
R-1 (config-if)#clock rate 64000
R-1 config-if)#ip addres
202.162.97.1255.255.255.252
R-1(config-if)#no shutdown
|
Melakuakan konfigurasi ip address,status dan clock rate
interface serial 0/0/0
|
5
|
R-1(c0nfig)#Ip route 0.0.0.o
0.0.0.0.0 202.162.97.2
|
Menambahkan default route ke R-2 yaitu
202.162.97.2
|
6
|
R-1(config)# do show ip route
Codes:l – local, c –connected,s-
Static,R-RIP,M-mobile,B-BGp OSPF,IA –OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 2
E1-OSPF external type 2,E-EGP
I –is-is,li-IS-IS level – 1-1 l2-
IS-IS level -2,ia –IS-IS inter area
*- candidate default,U – per-user
Static route,o –ODR
P – periodic dowlanded static route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variabely subnetted,2
Subnets,2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly
Connected,gigabiethernet o/o
L 10.10.10 254 / 32 is directly
Connect ,2 subnets,2 mask
R-1 ( config)#
|
Melihat tabel routing
|
R-1 |( config)# do write
Buinding configuration....
R-1( config)#
|
Menyimpan konfigurasi router ke NVRAM.agar konfigurasi
tidak hilang saat router di restart
|
5. Selanjutnya
lakukan konfigurasi R-2
Langkah ke
|
Command
|
keterangan
|
1
|
Routers>enable
Routers# configure terminal
Enter configuration commands,one
Perline. End with cntl/z
Router ( config)#
|
Login ke router,setelah itu masukke user priviliged
mode
Lalu, masuk ke global configuration mode untuk
melakukan konfigurasi routers
|
2
|
Routers ( config)#hostname R-2s
R-2 ( config) #
|
Mengubah hostname router menjadi R-2
|
3
|
R-2(c0nfig)#interface gig 0/0
R-2 (config-if3IP address
20.20.20.254 255.255.255.0
R-2(config-if)3no shutdown
R-2(config)#
|
Melakukan konfigurasi ip address,dan status interface
gigabit ethernet0/0
|
4
|
R-2(config)#interface serial 0/0/0
R-2(config-if) ip address
202.263.97.2 255 .255.255.252
R-2(config-if)#no shutdhown
|
Melakukan konfigurasi ip addres,status dan clok rate
interface serial0/0/0
|
5
|
R-2(confif)# do show ip route
Codes: L –local,c-connected,s-
Static,R – RIP, m mobile,B BGP
D-EIGRP,Ex- external,0-
OSPF,IA-OSPF inter area
NI-OSPF NISSA EXTERNAL type 2
E1-OSPF external type 1, E2 –OSPF
External Type 2,E –GP
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variably subnetted,2
Subnets , 2 marks
C 10.10.10.2/ 30 is directly connected , gibati
tethernet 0/0 L 10.10.10.2 /32 is directly connected , gigabi tethernet 0/0
192.168.1.0/24 is variably subnneted , 2 subnets , 2 marks c192. 168.1.0/24
is directly connetted , gigabi tethernet0/1 S 192.168.0.0/24 [1/0] via
10.10.10.1
|
Melihat tabel
routing
|
6
|
R-2 (config) # do write
Building configuration ....
R-2 (config)#
|
Menyimpang konfigurasi
router ke NPRAM agar konfigurasi tidak hilang saaat router di-restart
`
|
7
|
Packet tracer pc command line 1.0
C:\>
C:\> ping –n 1 192. 168. 0.1
Pinging 192.168.0.1 with 32 bytes of data :
Reply from 192.168.0.1: bytes =32 time =14 ms TTL -128
Ping statiscs for 192. 168.0.1 : packets: sent = 1 ,
received =1, lost = 0 [0 % loss]
|
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4.
Panjang totalnya adalah 32bit, dan secara teoretis dapat mengalamati
hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di
seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari
8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal
dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 di mana nilai
dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.1.128.
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan
lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat
lagi. Pengembang otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa
alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak
mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang
semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan
kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa memedulikan
kelas disebut juga dengan classless address.
Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).
Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari
Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.
Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.
Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.
Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC)
(atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka
tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat pribadi
tersebut di dalam router Internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak
dapat dijangkau dari Internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari
sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim
request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server),
yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat
pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang
valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet.
Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.
Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.
Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
- Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktik yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. - Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
Jenis-jenis alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:- Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
- Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
- Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas alamat
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.Kelas Alamat IP | Oktet pertama (desimal) |
Oktet pertama (biner) |
Digunakan oleh |
---|---|---|---|
Kelas A | 1–127 | 0xxx xxxx | Alamat unicast untuk jaringan skala besar |
Kelas B | 128–191 | 10xx xxxx | Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar |
Kelas C | 192–223 | 110x xxxx | Alamat unicast untuk jaringan skala kecil |
Kelas D | 224–239 | 1110 xxxx | Alamat multicast (bukan alamat unicast) |
Kelas E | 240–255 | 1111 xxxx | Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast) |
Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.Kelas Alamat | Nilai oktet pertama | Bagian untuk Network Identifier | Bagian untuk Host Identifier | Jumlah jaringan maksimum | Jumlah host dalam satu jaringan maksimum |
---|---|---|---|---|---|
Kelas A | 1–126 | W | X.Y.Z | 126 | 16,777,214 |
Kelas B | 128–191 | W.X | Y.Z | 16,384 | 65,534 |
Kelas C | 192–223 | W.X.Y | Z | 2,097,152 | 254 |
Kelas D | 224-239 | Multicast IP Address | Multicast IP Address | Multicast IP Address | Multicast IP Address |
Kelas E | 240-255 | Dicadangkan; eksperimen | Dicadangkan; eksperimen | Dicadangkan; eksperimen | Dicadangkan; eksperimen |
Alamat Unicast
Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).
Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari
1.x.y.z
hingga 223.x.y.z
. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.
Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).Alamat publik
alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.
Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.
Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
- 10.0.0.0/8
- 172.16.0.0/12
- 192.168.0.0/16
- 169.254.0.0/16
10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 172.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.
Ruang alamat | Dari alamat | Sampai alamat | Keterangan |
---|---|---|---|
010.000.000.000/8 | 010.000.000.001 | 010.255.255.254 | Ruang alamat privat yang sangat besar (mereservaskan kelas A untuk digunakan) |
172.016.000.000/12 | 172.016.000.001 | 172.031.255.254 | Ruang alamat privat yang besar (digunakan untuk jaringan menengah hingga besar) |
192.168.000.000/16 | 192.168.000.001 | 192.168.255.254 | Ruang alamat privat yang cukup besar (digunakan untuk jaringan kecil hingga besar) |
169.254.000.000/16 | 169.254.000.001 | 169.254.255.254 | Digunakan oleh fitur Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA) dalam beberapa sistem operasi. |
Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.
Alamat Broadcast
Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.
Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
Komentar
Posting Komentar